Rabu, 16 Juni 2010

Konsep Imunisasi Halal


Meningkatkan Fungsi Sistem Imun secara Alami

A. Memperhatikan dengan cermat gaya hidup Untuk menentukan semua faktor yang dapat menghalangi atau merusak sistem imun. STOP HAL-HAL NEGATIF

PENYEBAB DISFUNGSI SISTEM IMUN

PENYEBAB DISFUNGSI IMUN

BAGAIMANA PENGARUHNYA PADA SISTEM IMUN

Gula dan karbohidrat terkonsentrasi lain

Tiga ons gula dalam bentuk apapun (sukrosa, madu, jus buah) menyebabkan penurunan aktivitas sel darah putih 50% selama satu sampai lima jam)

Alergi Makanan

Menghabiskan pertahanan Imun pada paertikel makanan ketimbang mikroba penginvasi, merusak usus, memungkinkan toksin perusak imun untuk masuk ke dalam tubuh

Obesitas

Menurunkan aktivitas membunuh bakteri dan sel darah putih dan produksi antibodi

Alkohol yang cukup menyebabkan toksisitas

Menekan mobilisasi sel darah putih, cukup berpengaruh menghalangi netrofil (fagosit)

Defisiensi nutrisional (terutama asam folat, asam pantotenat, piridoksin, riboflavin, vitamin A, B12, C, tembaga, seng)

MENURUNKAN SEMUA ASPEK SISTEM IMUN

Logam berat (kadmium, timbal, merkuri/raksa)

Menghalangi pembentukan antibodi dan menurunkan kemampuan sel darah putih untuk membunuh bakteri

Pestisida

Menekan limfosit T dan B, meneybabkan penuaan timus

Obat, misalnya, aspirin, acetaminophen, ibuprofen, dan kortikosteroid

Menurunkan produksi antibodi; supresi imun luas

Zat kimia toksik, mis. Implan silikon, pelarut organik

Menurunkan aktivitas natural killer cells

Latihan berlebihan

Menghabiskan pertahanan imun untuk peningkatan produksi radikal bebas

Stress

SECARA LANGSUNG MENGHALANGI BANYAK ASPEK FUNGSI IMUN

Istirahat tidak cukup

Mensupresi aktivitas natural killer cells

Sumber: Total Wellness, by Joseph Pizzorno, N.D.

B. Menjamin konsumsi yang cukup semua nutrisi yang dibutuhkan untuk fungsi imun yang optimal.

KERJAKAN HAL-HAL POSITIF

Konsumsi:

1. Vitamin A

v Vitamin A sangat penting dalam membantu memperkuat dan menyehatkan bagian tubuh lini pertama dalam melawan penyakit yang kontak pertama kali dengan mikroorganisme menyerang kulit dan mukosa saluran pernafasan, saluran pencernaan, daluran urogenital, dan mata. Vitamin A juga membantu serdadu imun yang terkandung di dalam air mata dan keringat. Sehingga vitamin A banyak mendapat julukan sebagai vitamin anti-infeksi.

v Vitamin A memperkuat aktivitas Limfosit T Pembunuh atau Natural Killer Cells.

v Vitamin A mejuga meningkatkan efektivitas Limfosit B. Sel B kemudian menghasilkan sel plasma. Sel plasma kemudian membuat antibodi.

v Vitamin A terdapat dalam dua bentuk:

§ Vitamin A yang telah jadi (performed) dari daging, ikan, unggas, produk susu, dan makanan hewani lain.

§ Vitamin A yang berasal dari Beta Karoten. Tubuh manusia akan mengubah karoten menjadi vitamin A seusuai kebutuhan tubuh.

2. Karoten/Beta Karoten. Baca Vitamin A

3. B Kompleks.

v Manusia yang kekurangan Vitamin B memiliki daya tahan yang jauh lebih rendah terhadap infeksi.

v Banyak pasien yang menderita infeksi rekuren memiliki kadar beberapa jenis vitamin B yang rendah di dalam darahnya.

v Vitamin B Kompleks di otak. Defisit berbagai Vitamin B dapat menyebabkan kecemasan, iritabilitas, kegelisahan, depresi, dan perubahan kepribadian.Vitamin B yang membantu membuat seseorang berpikir positif memperkuat sistem imun dan kesehatan.

4. Vitamin B1 (Thiamine/Tiamin)

Kekurangan vitamin B1 dapat menyebabkan defisiensi system imun, seperti penurunan daya tahan terhadap infeksi, penurunan jumlah Limfosit T dan B, penurunan respons limpa, dan penciutan timus.

5. Vitamin B2 (Riboflavin)

v Salah satu tugas Vitamin B2 adalah mempertahankan keutuhan mukosa tubuh Anda untuk menangkal infeksi.

v Defisiensi Vitamin B2 disertai dengan beberapa kelemahan sistem imun, sepertidefisit produksi antibodi, penurunan jumlah Limfosit T dan B di dalam darah, dan penciutan jaringan timolimfatiko.

6. Vitamin B3 (Niacin/Niacin)

v Vitamin B3 penting untuk sintesis asam nukleat dan protein. Sistem imun, dan bagian tubuh lainnya, mutlak tergantung pada pasokan yang kuat atas asam nulkeat dan protein.

v Defisiensi B3 dalam faktanya, menyebabkan pelarga, suatu penyakit yang dahulu cukup banyak ditemukan, dengan gejala 4D: Diare, Dermatitis, Demensia, dan, pada banyak kasus, Death (kematian).

7. Vitamin B5 (Asam pantotenat)

v Orang yang mengalami defisiensi vitamin B5, misalnya, menderita gangguan penyembuhan luka. Salah satu tugas B5 adalah mempermudah pelepasan antibodi dari sel Plasma.

v Tidak adanya B5 yang cukup dapat menurunkan jaringan timolimfatiko, menurunkan jumlah immunoglobulin di darah, dan mengganggu rasio sel (Limfosit) T terhadap sel B

8. Vitamin B6 (Pyridoxine/Piridoksin)

v Vitamin B6 memiliki fungsi pendorong system imun yang paling kuat dibandingkan semua vitamin B lainnya. Bertahun-tahun yang lalu kita telah menemukan bahwa pasien TBC yang diterapi dengan obat INH (isoniazid) mengalami gangguan system imun parah.

v Diketahui bahwa INH mengubah kadar Vitamin B6 pada pasien yang selanjutnya, mengganggu system imun mereka.

v Defisiensi B6 menyebabkan penciutan kelenjar timus. Tidak adanya B6 dapat membahayakan sistem imun dengan cara lain pula, seperti menyebabkan penurunan jumlah total sel T di dalam darah dan perubahan rasio sel (Limfosit) T terhadap sel B.

9. Vitamin B12

v Vitamin B12 dan asam folat diperlukan untuk maturistas sel system imun yang dibuat di dalam sumsum tulang. Defisiensi vitamin B12 dan asam folat kadang-kadang disertai dengan penurunan jumlah netrofil, petarung imun yang “memakan” dan menghancurkan bakteri dan partikel berbahaya lainnya.

v Tidak adanya B12 menyebabkan penurunan aktivitas fagositosis, dan penurunan jumlah absolut Sel (Limfosit) T dan B.

10. Asam Folat (Anggota Vitamin B Kompleks). Lihat Vitamin B12

v Defisiensi Asam Folat menyebabkan penurunan sel T, serta penciutan organ timolimfatiko, yang menjadi “basis” bagi sebagian besar system imun anda.

11. Biotin (Anggota Vitamin B Kompleks)

v Biotin merupakan anggota keluarga Vitamin B kompleks. Jika anak dengan penyakit defisiensi biotin diteliti, pemberian biotin dalam jumlah besar juga memperbaiki kelemahan sistem imun mereka.

12. Vitamin C

v Pemenang hadiah Nobel Dr. Linus Pauling menyatakan bahwa Vitamin C memiliki efek positif pada sistem imun.

v Vitamin C memperbaiki mobilitas sel darah putih.

v Vitamin C digunakan untuk mempercepat pemulihan dari pneumonia, meononulkeosis, hepatitis, dan hamper semua infeksi virus lain.

v Vitamin C menstimulasi sel (Limfosit) T dan B, serta “pemakan sel” raksasa (fagosit makrofag) yang menelan dan menghancurkan bakteri, virus, fungi, dan antigen penyebab penyakit lainnya.

v Selain itu Vitamin C merupakan antioksidan dan scavenger untuk radikal bebas.

13. Vitamin D

v Defisiensi Vitamin D akan mengganggu fungsi “pemakan sel” (fagositosis) sel darah putih. Tetapi Hati-hati, Vitamin D dalam jumlah besar dapat mensupresi system imun.

14. Vitamin E

v Vitamin E, bersama Vitamin A, B1, B5, C, dan mineral selenium, merupakan scavenger (penangkap) radikal bebas. Radiakl bebas adalah pembunuh kecil, bahkan lebih kecil dari virus. Seperti gergaji mesin, mereka menghancurkan membrane sel di dalam tubuh, yang menyebabkan semua jenis kerusakan kanker dan kerusakan pada sistem imun.

v Defisiensi Vitamin E menyebabkan kadar antibodi yang rendah, Sel (Limfosit) T dan B yang rendah, dan juga penurunan ukuran dan berat organ limfatik.

v Pemberian Vitamin E meningkatkan kemampuan sistem imun untuk menghasilkan antibodi.

v Aktivitas “pemakan sel” dar sel darah putih juga ditingkatkan oleh Vitamin E.

v Bebera penelitian telah menunjukkan bahwa Vitamin E mungkin membantu melawan efek imunosupresif dari kortikosteroid (hormone yang berkaitan dengan depresi).

15. Zinc/Seng

v Luka bagi yang mengalami defisiensi seng sulit sembuh, yang juga merupakan indikasi kegagalan sistem imun.

v Defisiensi seng dapat menyebabkan penciutan kelenjar timus yang selanjutnya menyebabkan penurunan jumlah sel (limfosit) T yang ada untuk melawan kuman penyakit.

v Rasio Sel T4 (Penolong) dan T8 (Penekan) mungkin terganggu akibat defisiensi seng.

v Kadar seng yang rendah meningkatkan kerentanan tubuh terhadap infeksi, dan menyebabkan kadar immunoglobulin darah yang rendah.

v Kombinasi Seng dan Vitamin C dapat mengobati luka bakar atau parah.

v Hati-hati.Terlalu banyak seng dapat menekan aktivitas fagositosis netrofil.

16. Selenium

v Selenium merupakan antioksidan dan scavenger yang sangat baik dari radikal bebas yang berbahaya.

v Sebagai antioksidan, selenium membantu melingdungi dinding sel dari oksidasi.

v Selenium juga membantu mengantagonis raksa/merkuri dan kadmium.

v Selenium meningkatkan aktivitas pemakan sel terhadap bakteri, serta kapasitas makrofag untuk membunuh sel tumor.

v Selenium memperbaiki respons antibodi terhadap berbagai antigen dan melindungi tubuh dari kanker.

v Defisiensi selenium disertai dengan penurunan yang jelas pada respons sel B (antibodi), dengan memperlambat kemunculan antibodi dan penurunan konsentrasi antibodi yang terbentuk.

17. Iron/Besi

v Kadar Zat besi tubuh/darah yang rendah adalah defisiensi mineral yang paling banyak ditemukan di dunia.

v Besi merupakan bagian dari molekul hemoglobin yang mengikat oksigen ke sel darah merah. Kekurangan besi dapat menyebabkan gangguan pengiriman oksigen ke berbagai bagian tubuh. Hal ini dapat menimbulkan berbagai jenis masalah termasuk defisit sistem imun.

v Tanpa adanya besi yang cukup, timus dan kelenjar limfoid lain mungkin menciut, jumlah sel (limfosit) T dan B di dalam darah dapat jatuh menurun, dan kemampuan sel “pemakan” untuk menangkap dan menghancurkan bakteri akan terganggu.

18. Copper/Tembaga

v Tembaga merupakan bagian dari SOD (Superoxide Dismutase) yang menangkap radikal bebas. Sebagai SOD, tembaga membantu melindungi tubuh dari kanker

v Jika kita tidak mendapatkan cukup tembaga, dan tidak dapat menggunakan zat besi yang kitamakan, kita akan menderita anemia defisiensi besi. Anemia, selanjutnya, mengganggu system imun dan bagian lain dari tubuh.

v Kekurangan tembaga juga menyebabkan kelemahan sel (limfosit) T dan system komplemen. Sistem komplemen bekerja sama dengan sel “pemakan”, sel (limfosit) T, dan bagian sistem imun lain untuk menghancurkan bakteri, virus, dan partikel berbahaya lain.

19. Magnesium

v Suatu defisit magnesium menyebabkan pembesaran timus yang tidak sehat, yang menyebabkan penurunan respons sel (limfosit) T dan B.

v Beberapa Imunoglobulin juga menurun.

v Telah dilaporkan adanya peningkatan insidensi kanker tertentu, yang dinamakan limfoma malignan, pada hewan yang mengalami defisiensi magnesium.

v Magnesium merupakan bagian dari molekul SOD yaitu anti radikal bebas dan kanker.

20. Manganese/Mangan

v Pertumbuhan dan reproduksi sangat terganggu akibat defisit mangan.

v Mangan yang cukup dalam tubuh memungkinkan kadar antibody meningkat sebagai respon antigen.

v Mangan merupakan bagian dari molekul SOD.

Sumber: Immune For Life, Arnold Fox, M.D, Barry Fox, Ph.D.

C. Menggunakan sejumlah ekstra nutrisi dan herbal khusus yang memaksimalkan sistem imun.

KERJAKAN HAL-HAL POSITIF SECARA MAKSIMAL

Thibbun Nabawi (Pengobatan cara Nabi Saw)

1. Menegakkan Shalat

2. Puasa (As-Shaum)

3. Makan makanan Halalan Thayyiban

4. Berbekam (Al Hijamah)

5. Minum Madu

6. Mengkonsumsi Habbatus Sauda dan herbal lain rekomendasi Nabi Saw.

7. Mengkonsumsi Herbal Alami sebagai pengobatan.

Sumber: Ath-Thibbun Nabawi, Imam Ibnul Qayyim Al Jauziyah.


Konsep Imunisasi Halal

  1. Memberikan asupan nutrisi atau zat gizi atau makanan tertentu yang memaksimalkan pembangunan dan pemeliharaan sistem imun atau kekebalan tubuh manusia.
  2. Memberikan asupan nutrisi atau zat gizi atau makanan tertentu yang meminimalkan dan menghilangkan zat yang bersifat menurunkan kerja sistem imun atau kekebalan tubuh manusia.
  3. Menjauhkan dan menghentikan asupan nutrisi yang bersifat menurunkan pembangunan dan pemeliharaan sistem imun atau kekebalan tubuh manusia.
  4. Tidak memberikan vaksinasi yang mengandung Toksin/Racun bahan berbahaya yang menjadi ancaman kesehatan manusia.
    1. Kimiawi Sintetis
    2. Logam Berat (Heavy Metal)
    3. Hasil Metaboit parsial
    4. Toksin Bakteri
    5. Komponen dinding sel
  5. Tidak memberikan vaksinasi dan obat-obatan yang mengandung bahan yang haram secara syari’at.
    1. Alkohol dan turunannya, yang bersifat seperti alkohol, yaitu yang apabila dikonsumsi secara banyak akan memabukkan.
    2. Tidak mengandung Darah, daging Babi, dan hewan yang ketika disembelih tidak menyebutkan nama Allah.
    3. Tidak daging yang diharamkan menurut syari’at, contoh: Binatang Buas, Bertaring, bangkai dll.
    4. Tidak dikembangbiakkan di dalam darah hewan apapun, daging babi, dan di dalam makhluk hidup yang diharamkan menurut syari’at.
  6. Membiasakan untuk mengkonsumsi menu makanan sehari-hari yang bersifat membangun sistem kekebalan tubuh manusia.
  7. Membiasakan untuk tidak mengkonsumsi menu makanan sehari-hari yang bersifat menururnkan sistem kekebalan tubuh manusia.
http://elfarid.multiply.com/journal/item/256

Tidak ada komentar:

Posting Komentar