Senin, 07 Juni 2010

Penyakit : Kanker


Salah satu praktek keiroprektik (chiropractic) di depok




Kanker adalah segolongan penyakit/ sel yang telah kehilangan

- pengendalian dan
- mekanisme normalnya,

sehingga mengalami/ yang ditandai dengan

- pembelahan sel yang tidak terkendali/ pertumbuhan yang tidak teratur dan
- kemampuan sel-sel tersebut untuk menyerang jaringan biologis lainnya, baik dengan

1. pertumbuhan/ sel-sel kanker membentuk suatu massa dari jaringan ganas yang menyusup ke jaringan di dekatnya langsung di jaringan yang bersebelahan (invasi) atau
2. dengan migrasi sel ke tempat yang jauh (metastasis).
3. Kanker bisa terjadi dari berbagai jaringan dalam berbagai organ.

Pertumbuhan yang tidak terkendali tersebut disebabkan kerusakan DNA, menyebabkan mutasi di gen vital yang mengontrol pembelahan sel. Beberapa buah mutasi mungkin dibutuhkan untuk mengubah sel normal menjadi sel kanker.

Mutasi-mutasi tersebut sering diakibatkan
- agen kimia maupun
- fisik yang disebut karsinogen.

Mutasi dapat terjadi secara spontan (diperoleh) ataupun diwariskan (mutasi germline).

Kanker dapat menyebabkan banyak gejala yang berbeda, bergantung pada
- lokasinya dan
- karakter dari keganasan dan
- apakah ada metastasis.

Sebuah diagnosis yang menentukan biasanya membutuhkan pemeriksaan mikroskopik jaringan yang diperoleh dengan biopsi.

Setelah didiagnosis, kanker biasanya dirawat scr medis dengan
- operasi,
- kemoterapi, atau radiasi.

Bila tak terawat, kebanyakan kanker menyebabkan kematian; kanker adalah salah satu penyebab utama kematian di negara berkembang.

Kebanyakan kanker dapat dirawat dan banyak disembuhkan, terutama bila perawatan dimulai sejak awal.

Banyak bentuk kanker berhubungan dengan faktor lingkungan yang sebenarnya bisa dihindari. Merokok tembakau dapat menyebabkan banyak kanker daripada faktor lingkungan lainnya.

Tumor (pembengkakan) menunjuk massa jaringan yang tidak normal, tetapi dapat berupa
- "ganas" (bersifat kanker) atau
- "jinak" (tidak bersifat kanker).

Hanya tumor ganas yang mampu menyerang jaringan lainnya ataupun bermetastasis. Kanker dapat menyebar melalui
- kelenjar getah bening maupun
- pembuluh darah ke organ lain.

BAGAIMANA TERJADINYA KANKER

Sel-sel kanker dibentuk dari sel-sel normal dalam suatu proses rumit yang disebut transformasi, yang terdiri dari tahap
- inisiasi dan

Pada tahap inisiasi terjadi suatu perubahan dalam bahan genetik sel yang memancing sel menjadi ganas. Perubahan dalam bahan genetik sel ini disebabkan oleh suatu agen yang disebut karsinogen, yang bisa berupa bahan kimia, virus, radiasi (penyinaran) atau sinar matahari.

- promosi.

Tetapi tidak semua sel memiliki kepekaan yang sama terhadap suatu karsinogen. Kelainan genetik dalam sel atau bahan lainnya yang disebut promotor, menyebabkan sel lebih rentan terhadap suatu karsinogen. Bahkan gangguan fisik menahunpun bisa membuat sel menjadi lebih peka untuk mengalami suatu keganasan.

Pada tahap promosi, suatu sel yang telah mengalami inisiasi akan berubah menjadi ganas. Sel yang belum melewati tahap inisiasi tidak akan terpengaruh oleh promosi. Karena itu diperlukan beberapa faktor untuk terjadinya keganasan (gabungan dari sel yang peka dan suatu karsinogen).

Dalam suatu proses dimana sebuah sel normal menjadi sebuah sel ganas,

pada akhirnya DNA dari sel tersebut akan mengalami perubahan. Perubahan dalam bahan genetik sel sering sulit ditemukan, tetapi terjadinya kanker kadang dapat diketahui dari adanya suatu perubahan dalam ukuran atau bentuk dari satu kromosom tertentu.

Misalnya

suatu kromosom abnormal yang disebut kromosom Philadelphia ditemukan pada sekitar 80% penderita leukemia mielositik kronik. Perubahan genetik juga telah ditemukan dalam tumor otak dan kanker usus besar, payudara, paru-paru dan tulang. Mungkin diperlukan serangkaian perubahan kromosom untuk terjadinya kanker.

Penelitian pada poliposis familial usus besar (kelainan usus herediter berupa pertumbuhan polip yang berubah menjadi ganas), telah membawa kita kepada suatu dugaan bagaimana hal ini terjadi pada kanker usus besar. Lapisan usus besar yang normal mulai tumbuh secara aktif (hiperproliferasi), karena sel-selnya tidak lagi memiliki gen penekan pada kromosom 5 yang dalam keadaan normal mengendalikan pertumbuhan lapisan tersebut.

Selanjutnya perubahan yang ringan dalam DNA mempermudah terbentuknya adenoma (tumor jinak). Gen lainnya (onkogen RAS) menyebabkan adenoma tumbuh lebih aktif. Hilangnya gen penekan pada kromosom 18 selanjutnya akan merangsang adenoma dan pada akhirnya hilangnya gen pada kromosom 17 akan merubah adenoma yang jinak menjadi kanker. Perubahan tambahan lainnya bisa menyebabkan kanker menyebar luas ke seluruh tubuh (metastase).

Pada saat sebuah sel menjadi ganas, sistem kekebalan sering dapat merusaknya sebelum sel ganas tersebut berlipatganda dan menjadi suatu kanker. Kanker cenderung terjadi jika sistem kekebalan tidak berfungsi secara normal, seperti yang terjadi pada penderita .AIDS, orang-orang yang menggunakan obat penekan kekebalan dan pada penyakit autoimun tertentu. Tetapi sistem kekebalan tidak selalu efektif, kanker dapat menembus perlindungan ini meskipun sistem kekebalan berfungsi secara normal.

Ciri-ciri sel kanker

Kanker memiliki beberapa ciri khas yang membedakan dari sel normal. Ciri khas sel kanker yang pertama adalah

- adanya sinyal pertumbuhan yang cukup dari sel itu sendiri. Sel normal memerlukan sinyal pertumbuhan dari luar, sedangkan sel kanker tidak.
- Sel kanker juga kurang peka terhadap sinyal penghambat pertumbuhan sehingga pertumbuhannya tidak terkendali.
- Ciri lainnya adalah sel ini dapat melakukan invasi dan metastasis, tidak terbatas replikasinya, dan dapat membentuk pembuluh darah (angiogenesis).
- Sel kanker juga dapat menghindari terjadinya apoptosis.

Pembentukan sel kanker

Kondisi-kondisi yang dapat menyebabkan perubahan sel normal menjadi sel kanker adalah

- hiperplasia, adalah keadaan saat sel normal dalam jaringan bertumbuh dalam jumlah yang berlebihan.
- displasia, merupakan kondisi ketika sel berkembang tidak normal dan pada umumnya terlihat adanya perubahan pada nukleusnya. Pada tahapan ini
1. ukuran nukleus bervariasi,
2. aktivitas mitosis meningkat, dan
3. tidak ada ciri khas sitoplasma yang berhubungan dengan diferensiasi sel pada jaringan. dan
- neoplasia merupakan kondisi sel pada jaringan yang sudah berproliferasi secara tidak normal dan memiliki sifat invasif.

Jenis kanker

Sel-sel kanker dalam sebuah tumor berasal dari sebuah sel tunggal. Sel kanker dapat mengalami metastasis. Oleh sebab itu, kanker dapat dikelompokkan berdasarkan jenis sel dari mana ia berasal dan lokasi sel.

- Karsinoma berasal dari kelainan pada sel epitel (misal, sistem pencernaan atau kelenjar).
- Kanker darah, seperti leukemia dan limfoma, berasal dari kelainan pada sel darah dan sumsum tulang belakang.
- Sarkoma timbul dari kelainan pada sel jaringan penghubung, tulang atau otot.
- Melanoma timbul dalam melanosit.
- Teratoma timbul dari kelainan pada sel kelamin.

Kanker pada orang dewasa

Di Amerika Serikat dan beberapa negara berkembang lainnya, kanker sekarang ini
- bertanggung jawab untuk sekitar 25% dari seluruh kematian.
- Dalam setahun, sekitar 0,5% dari populasi terdiagnosa kanker.

kanker yang paling umum adalah
- kanker prostat (33% dari seluruh kasus kanker),
- kanker paru-paru (13%),
- kanker kolon dan rektum (10%),
- kanker kandung kemih (7%), dan "cutaneous melanoma (5%).

Sebagai penyebab kematian
- kanker paru-paru adalah yang paling umum (31%),
- diikuti oleh kanker prostat (10%),
- kanker kolon dan rektum (10%),
- kanker pankreas (5%) dan
- leukemia (4%).

Untuk dewasa wanita di Amerika Serikat,
- kanker payudara adalah kanker yang paling umum (32% dari seluruh kasus kanker),
- diikuti oleh kanker paru-paru (12%),
- kanker kolon dan rektum (11%),
- kanker endometrium (6%, uterus) dan limfoma non-Hodgkin (4%).

Berdasarkan kasus kematian,
- kanker paru-paru paling umum (27% dari kematian kanker),
- diikuti oleh kanker payudara (15%),
- kanker kolon dan rektum (10%),
- kanker indung telur (6%), dan
- kanker pankreas (6%).

FAKTOR RESIKO KANKER

Statistik dapat bervariasi besar di negara lainnya. Di Indonesia, kanker menjadi penyumbang kematian ketiga terbesar setelah penyakit jantung.

Menurut seorang Menteri Kesehatan Indonesia, penyebab utama kanker adalah pola hidup yang tidak sehat, seperti
- kurang olahraga,
- merokok, dan
- pola makan yang tak sehat.

Menurut Dr. Anton Muhibuddin, peneliti di Universitas Brawijaya, tumbuhnya kanker dapat diatasi dengan kecukupan gizi sehingga suplai informasi ke otak tidak terhambat.

- Sekumpulan faktor genetik dan

Salah satu yang penting adalah riwayat keluarga. Beberapa keluarga memiliki resiko lebih tinggi untuk menderita kanker tertentu bila dibandingkan dengan keluarga lainnya. Misalnya resiko wanita untuk menderita kanker payudara meningkat 1,5-3 kali jika ibunya atau saudara perempuannya menderita kanker payudara.

Beberapa kanker payudara berhubungan dengan suatu mutasi genetik yang khas, yang lebih sering ditemukan pada beberapa kelompok etnik dan keluarga. Wanita dengan mutasi gen ini memiliki peluang sebesar 80-90% untuk menderita kanker payudara dan 40-50% untuk menderita kanker indung telur. Para peneliti telah menemukan bahwa 1% dari wanita Yahudi Ashkenazi memiliki mutasi gen ini.

Kanker lainnya yang cenderung diturunkan dalam keluarga adalah kanker kulit dan kanker usus besar. Kelainan kromosom meningkatkan resiko terjadinya kanker. Misalnya seseorang dengan sindroma Down, yang memiliki 3 buah kromosom 21, memiliki resiko 12-20 kali lebih tinggi untuk menderita leukemia akut.

- lingkungan meningkatkan resiko terjadinya kanker.

Sejumlah faktor lingkungan meningkatkan resiko terjadinya kanker. Salah satunya yang paling penting adalah merokok sigaret. Merokok sigaret meningkatkan resiko terjadinya kanker
paru-paru,
mulut,
laring (pita suara) dan
kandung kemih.

Pemaparan yang berlebihan dari sinar ultraviolet, terutama dari sinar matahari, menyebabkan kanker kulit.

Radiasi ionisasi (yang merupakan karsinogenik) digunakan dalam sinar X, dihasilkan dari pembangkit listrik tenaga nuklir dan ledakan bom atom dan bisa menjangkau jarak yang sangat jauh. Misalnya orang yang selamat dari bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki pada Perang Dunia II, memiliki resiko tinggi terhadap terjadinya leukemia.

Pemaparan oleh uranium pada pekerja tambang telah dihubungkan dengan terjadinya kanker paru-paru 10-20 tahun kemudian, resiko semakin tinggi jika para penambang juga merokok. Pemaparan jangka panjang terhadap radiasi ionisasi mempengaruhi seseorang untuk menderita kanker sel darah, termasuk leukemia akut.

Makanan adalah faktor resiko penting lainnya untuk kanker,
- terutama kanker pada saluran pencernaan. Diet tinggi serat mengurangi kemungkinan terjadinya kanker usus besar.
- Diet yang banyak mengandung makanan yang diasap dan diasamkan (dalam bentuk acar) meningkatkan resiko terjadinya kanker lambung.
- Mengurangi lemak sampai kurang dari 30% dari kalori total, akan mengurangi resiko terjadinya kanker usus besar, payudara dan protat.
- Peminum alkohol memiliki resiko yang lebih tinggi terhadap terjadinya kanker kerongkongan.

Banyak bahan kimia yang diketahui menyebabkan kanker dan bahan kimia lainnya banyak yang dicurigai sebagai penyebab kanker. Pemaparan terhadap bahan kimia tertentu dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker setelah beberapa tahun kemudian. Misalnya pemaparan asbes bisa menyebabkan kanker paru-paru dan mesotelioma (kanker pleura). Resiko ini akan lebih besar jika pekerja asbes juga adalah seorang perokok sigaret.

Resiko terjadinya kanker juga bervariasi berdasarkan tempat tinggal seseorang. Resiko terjadinya kanker usus besar dan payudara di Jepang adalah rendah, tetapi resiko ini meningkat pada orang-orang Jepang yang tinggal di Amerika dan pada akhirnya akan memiliki resiko yang sama besarnya dengan penduduk Amerika lainnya. Orang Jepang memiliki angka kejadian kanker lambung yang sangat tinggi; tetapi pada orang Jepang yang lahir di Amerika angka ini lebih rendah. Variasi geografik dalam resiko kanker ini agaknya melibatkan banyak faktor, yaitu gabungan dari genetik, makanan dan lingkungan.

Beberapa virus menyebabkan kanker pada manusia dan virus lainnya dicurigai sebagai penyebab kanker.
- Virus papilloma yang menyebabkan kutil genitalis agaknya merupakan salah satu penyebab kanker leher rahim pada wanita.
- Virus sitomegalo menyebabkan sarkoma Kaposi.
- Virus hepatitis B bisa menyebabkan kanker hati, meskipun karsinogen ataupun promotornya tidak diketahui.
- Di Afrika, virus Epstein-Barr menyebabkan limfoma Burkitt,
- sedangkan di Cina virus ini menyebabkan kanker hidung dan tenggorokan. Jelas terlihat, bahwa beberapa faktor tambahan (lingkungan atau genetik), diperlukan untuk terjadinya kanker yang disebabkan oleh virus Epstein-Barr.
- Beberapa virus retro manusia, misalnya virus HIV, menyebabkan limfoma dan kanker darah lainnya.
- Infeksi oleh parasit Schistosoma (Bilharzia) bisa menyebabkan kanker kandung kemih karena terjadinya iritasi menahun pada kandung kemih. Tetapi penyebab iritasi menahun lainnya tidak menyebabkan kanker.
- Infeksi oleh Clonorchis, yang terutama banyak ditemukan di Timur Jauh, bisa menyebabkan kanker pankreas dan saluran empedu.


EPIDEMIOLOGI KANKER

Resiko kanker telah berubah. Kanker yang tadinya sering ditemukan sekarang jarang terjadi. Misalnya

- pada tahun 1930 kanker lambung di AS 4 kali lebih sering ditemukan daripada sekarang. Mungkin hal ini disebabkan karena sekarang ini orang lebih sedikit mengkonsumsi makanan yang diasap atau diasamkan.

- Sementara itu angka kejadian kanker paru-paru di AS pada tahun 1930 adalah 5 dari setiap 100.000 orang meningkat menjadi 114 dari setiap 100.000 pada tahun 1990, dan angka kejadian ini melambung tinggi pada wanita. Perubahan ini hampir bisa dipastikan merupakan akibat dari meningkatnya pemakaian rokok sigaret. Merokok sigaret juga menyebabkan meningkatnya kanker mulut.

- Usia merupakan faktor yang penting dalam terjadinya kanker. Beberapa kanker, misalnya
tumor Wilms,
leukemia limfositik akut dan
limfoma Burkitt, banyak menyerang usia muda. Mengapa hal ini terjadi, masih belum sepenuhnya dimengerti, tetapi salah satu faktor yang berperan adalah kecenderungan genetik.

- Tetapi sebagian besar kanker banyak terjadi pada usia lanjut.
Kanker prostat,
lambung dan
usus besar, kemungkinan besar terjadi setelah usia 60 tahun. Di AS, lebih dari 60% dari kanker terdiagnosis pada penderita yang berusia diatas 65 tahun. Secara keseluruhan, resiko terjadinya kanker di AS meningkat 2 kali lipat setiap 5 tahun setelah usia 25 tahun.

Meningkatnya resiko kanker mungkin merupakan gabungan dari
- meningkatnya dan bertambah lamanya waktu pemaparan terhadap karsinogen dan
- melemahnya sistem kekebalan tubuh.

istilah :

Apoptosis : membuang kematian sel yang sudah tidak diperlukan oleh tubuh, berlangsung seumur hidup dan bersifat menguntungkan bagi tubuh. Bila sel kehilangan kemampuan melakukan apoptosis maka sel tersebut dapat membelah secara tak terbatas dan akhirnya menjadi kanker.

Mutasi : adalah perubahan yang terjadi pada bahan genetik (DNA maupun RNA), baik pada taraf urutan gen (disebut mutasi titik) maupun pada taraf kromosom. Mutasi di alam dapat terjadi akibat
- zat pembangkit mutasi (mutagen, termasuk karsinogen),
- radiasi surya maupun radioaktif, serta
- loncatan energi listrik seperti petir.

Karsinogen : adalah zat yang menyebabkan penyakit kanker. Zat-zat karsinogen menyebabkan kanker dengan mengubah asam deoksiribonukleat (DNA) dalam sel-sel tubuh, dan hal ini mengganggu proses-proses biologis

mikroskopi : menggunakan alat untuk mempelajari benda kecil dan kata mikroskopik berarti sangat kecil, tidak mudah terlihat oleh mata.

Replikasi : adalah proses penggandaan molekul

angiogenesis : ...

Mitosis : adalah proses pembagian genom yang telah digandakan oleh sel ke dua sel identik yang dihasilkan oleh pembelahan sel.

epitel Istilah digunakan untuk semua jaringan yang melapisi sesuatu struktur dan saluran. Jaringan epitel adalah salah satu empat jaringan dasar (lainnya:
- jaringan penyambung,
- jaringan otot,
- jaringan saraf).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar